"Selalu meniru ? " disergah lagi
Panggggg .... satu penampar menggunakan buku latihan kotak-kotak hinggap pada pipi kiri .
Bukan sakit yang jadi perkiraan, malu yang tertanggung menjadi mainan di fikiran.
"Aduh, malu , malu " bisik hati .
"Aduh, malu , malu " bisik hati .
"Berdiri sampai habis kelas !" arah cikgu.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -
"Sakit tak ?" tanya Izzatul.
"Takde la, salah sendiri " dinafikan lagi.
"Lain kali, kalau tak tahu buat, bagitahu kitaorang tau....kitaorang boleh tolong" pelawa Izzatul.
"Takde la, salah sendiri " dinafikan lagi.
"Lain kali, kalau tak tahu buat, bagitahu kitaorang tau....kitaorang boleh tolong" pelawa Izzatul.
"Ok" jawab aku pendek.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -
"Dah habis mengusik kawan ? Mentang-mentang dia 'lompat' , berlagak betul " perli Cikgu Bahasa Inggeris itu.
Aku sengih bak kerang busuk, tanpa mengetahui sebenarnya ayat itu benar-benar menghiris jika benar-benar difahami.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -
"Weh, makcik kantin panggil ang" Rizal memberitahu
"La....kenapa ni Rizal...."tanya aku
"Aku pun tak tau la...."nada yang dingin dari dia
(sampai di kantin)
"Hang yang juai kat atas kan ? " tanya pakcik kantin
"Hang yang juai kat atas kan ? " tanya pakcik kantin
"Aa...." jawab seperti bersalah
"Hang kalau nak juai , suruh mak pak hang amek tender kantin ni !" gertak pakcik kantin
"Baik...."jawab aku lemah
Perlahan-lahan aku bergerak meninggalkan kantin itu dan naik sambil teresak-esak.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -
"Kenapa ni ?" tanya seorang kawan perempuan
"Takdak apa la" nada perlahan
"Pakcik kantin tu tak bagi aku juai kat sekolah" tambah aku
"Ohh..." cuma perkataan itu yang keluar dari mulutnya
"Hang tak yah layan pak cik tu, juai ja, kami suka hang juai , aku suka kacang pedas ni" tunjuk dia pada aku.
"Kalau macam tu, ok la, aku rasa Rizal yang report ni, kan dia tolong mak hantar kuih kat sekolah , tapi tak kena marah pun" tambah aku bagi sedap hati.
"Aa, dia pun juai jugak, hmmphh " getus kawan aku tadi
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -
semua kejadian itu berlaku di sekolah rendah.
tetapi aku gugah dengan kental.
namun, sudah dewasa, kadang-kadang kita rasa semakin sukar untuk menempuhi sesuatu.
memikirkan banyak perkara.
kadang-kadang bosan, tertekan, biol.
cuma yang aku boleh buat ketika itu, tenang dan menelan segalanya, termasuk pahit.
Percayalah Dia tidak membebankan dengan bebanan yang tidak tertanggung.
p/s : aku semakin suka untuk mengingat kembali sejarah sekecil dulu.
Salam Maulidur Rasul 1433 H
Kekasih DIA.

