Monday, February 27, 2012

Belajar hidup dengan hidup.

"Awak berdiri !" sergah cikgu Rahim
"Selalu meniru ? " disergah lagi
Panggggg .... satu penampar menggunakan buku latihan kotak-kotak hinggap pada pipi kiri .
Bukan sakit yang jadi perkiraan, malu yang tertanggung menjadi mainan di fikiran.
"Aduh, malu , malu " bisik hati .
"Berdiri sampai habis kelas !" arah cikgu.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -
"Sakit tak ?" tanya Izzatul.
"Takde la, salah sendiri " dinafikan lagi.
"Lain kali, kalau tak tahu buat, bagitahu kitaorang tau....kitaorang boleh tolong" pelawa Izzatul.
"Ok" jawab aku pendek.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -

"Dah habis mengusik kawan ? Mentang-mentang dia 'lompat' , berlagak betul " perli Cikgu Bahasa Inggeris itu.
Aku sengih bak kerang busuk, tanpa mengetahui sebenarnya ayat itu benar-benar menghiris jika benar-benar difahami.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -

"Weh, makcik kantin panggil ang" Rizal memberitahu
"La....kenapa ni Rizal...."tanya aku
"Aku pun tak tau la...."nada yang dingin dari dia
(sampai di kantin)
"Hang yang juai kat atas kan ? " tanya pakcik kantin
"Aa...." jawab seperti bersalah
"Hang kalau nak juai , suruh mak pak hang amek tender kantin ni !" gertak pakcik kantin
"Baik...."jawab aku lemah
Perlahan-lahan aku bergerak meninggalkan kantin itu dan naik sambil teresak-esak.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -
"Kenapa ni ?" tanya seorang kawan perempuan
"Takdak apa la" nada perlahan
"Pakcik kantin tu tak bagi aku juai kat sekolah" tambah aku
"Ohh..." cuma perkataan itu yang keluar dari mulutnya
"Hang tak yah layan pak cik tu, juai ja, kami suka hang juai , aku suka kacang pedas ni" tunjuk dia pada aku.
"Kalau macam tu, ok la, aku rasa Rizal yang report ni, kan dia tolong mak hantar kuih kat sekolah , tapi tak kena marah pun" tambah aku bagi sedap hati.
"Aa, dia pun juai jugak, hmmphh " getus kawan aku tadi

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -


semua kejadian itu berlaku di sekolah rendah.
tetapi aku gugah dengan kental.
namun, sudah dewasa, kadang-kadang kita rasa semakin sukar untuk menempuhi sesuatu.
memikirkan banyak perkara.
kadang-kadang bosan, tertekan, biol.
cuma yang aku boleh buat ketika itu, tenang dan menelan segalanya, termasuk pahit.
Percayalah Dia tidak membebankan dengan bebanan yang tidak tertanggung.




p/s : aku semakin suka untuk mengingat kembali sejarah sekecil dulu.

Salam Maulidur Rasul 1433 H
Kekasih DIA.



Sunday, December 4, 2011

sikap kebanyakan

Untuk apa mempedulikan orang lain. Untung pun tidak, silap-silap yang ditanggung adalah bebanan dan mungkin kerugian. Nampak mereka itu susah , payah memahami atau tidak tahu arah yang mana.
Tapi lebih patut mereka itu dibiarkan merasai jalan yang susah dan payah difahami itu. Tinggalnya aku perlu terus menongkah arus deras ini menuju ke destinasi pasti.
Biarkan mereka mengenggam perkara yang mereka tidak pasti dan fahami itu.
Dan aku terus berjaya menerpa ke arah destinasi yang menjadi tumpuan seluruhnya.
Aku sudah ada kelompok yang sesuai sifatnya dengan aku, dan kami tidaklah majoriti tapi kami tetap ramai.
Mereka yang bukan kami itu menghampiri kepada jahil, tiada penyudahnya. Tetapi kami adalah yang baik-baik dan penuh mentaliti umat bijak. Jadi buat apa susah menjadi pembentuk mereka jahil itu. Pelihara akhlak kami sudah cukup.
Kami hanya halal, dan mereka mesti berada di pesisir haram kerana mereka jahil.
Jadi sudah cukup jika kami tetap terpelihara.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

tutorial hamba

Untuk mereka